Sebagai pecinta kucing, kau niscaya bahagia kalau kucingmu sehat, gemuk, dan lincah.

Sebaliknya, kau niscaya cemas dikala kucingmu tampak lemas.

“Duh, si pus sakit ya?” Pikirmu. Tapi kok mampu ya? Perasaan… saya rajin bersihin kandangnya deh.”

Eh, jangan salah. Selain kebersihannya, kau juga harus perhatikan apa yang kucingmu makan. Ada beberapa kuliner yang kurang sehat buat kucing. Kamulah yang harus berinisiatif mencari isu apa yang boleh dan dilarang dimakannya.

Kucing memang suka minum susu dari induknya, tapi jangan kasih ia susu formula!

Saat kucingmu sakit, atau terlihat kurang berselera makan, kau niscaya termakan untuk menyuapinya dengan susu. Dengan begitu, kucingmu akan tetap menerima nutrisi dan tenaga. Tapi jangan lakukan itu lagi ya. Pastikan juga kau tidak meninggalkan susu dalam cangkir, supaya kucingmu tidak termakan untuk menjilati sisa susu yang kau minum.

Meski kucing juga minum susu dari induknya ketika masih bayi, susu formula untuk insan bukanlah kuliner yang sempurna untuk kucingmu. Perutnya didesain tidak mampu mencerna laktosa. Kalau kau paksa, kasihan pencernaannya…

Nasi tongkol mungkin favorit kucingmu, tapi kuliner insan mampu merusak pencernaannya

Apa selama ini kucingmu makan nasi ikan asin atau ikan tongkol yang kau beli dari kakak tukang sayur? Saking cintanya, kau bahkan rela membersihkan dan menggorengnya terlebih dahulu sebelum dimakan kucingmu. Tapi ikan asin dan nasi bukanlah kuliner yang cocok untuk kucing. Nasi yang mengandung banyak karbohidrat tidak mampu dicerna oleh lambung kucing. Akibatnya organ dalam kucingmu harus bekerja lebih keras.

Kalau kau biarkan lama-lama, ini akan memicu pernyakit kronis mirip radang ginjal, radang usus, dan lain sebagainya.

Ikan asin atau ikan tongkol juga besar lengan berkuasa jelek untuk kesehatan kulit dan bulu kucingmu. Apakah bulunya sering rontok? Yep. Itu ia risikonya kalau kau nekat memberinya ikan asin atau ikan tongkol. Bagaimanapun nasi dan ikan ialah kuliner manusia. Apakah kucingmu manusia?

Meski tulang ikan sisa makananmu selalu ia tunggu, jangan kau berikan– alasannya ialah itu membahayakan

Sama mirip ikan yang sebaiknya nggak kau berikan pada kucingmu, tulangnya pun jangan. Iya sih, kucingmu selalu kegirangan kalau kau beri tulang ikan. Dia akan begitu asyik melahap tulang-tulang itu sampai higienis tak bersisa. Tapi, kau pernah tersedak tulang ikan nggak? Nah, jangan dikira kucingmu nggak mampu tersedak. Setajam-tajamnya gigi kucing, tetap saja kemungkinan tersedak itu ada. Jadi, mulai kini kalau kau habis makan ikan, jangan melemparkan sisa-sisa tulang untuk kucingmu.

Daging mentah juga akan dengan bahagia hati ia kunyah, tapi ia mampu diare dan keracunan

Mungkin selama ini kau menerka bahwa daging dan ikan mentah ialah kuliner yang cocok untuk kucingmu yang sudah kodratnya menjadi binatang liar. Tapi ikan dan daging mentah mampu menciptakan kucingmu diare dan muntah-muntah, apalagi kalau kucingmu nggak biasa memakannya. Sebabnya, ikan dan daging mentah masih mengandung banyak basil yang berbahaya untuk kucingmu mirip salmonella dan e.coli. Seperti kau yang mampu salah makan dan keracunan, kucingmu juga bisa, kucingmu pun sama.

BACA JUGA:  Fakta baik konsumsi masakan berair untuk kucingmu

Daging dan ikan yang kau masak jadi semur dan rendang juga bahaya, alasannya ialah kucing alergi bawang!

Bakteri pathogen pada daging dan ikan mentah memang berbahaya, tapi memasaknya sampai matang juga bukan solusi yang pas. Meski kau suka makan semur atau rendang, jangan juga kau memberi kucingmu kuliner yang sama dengan alasan kalian semoga ia juga mencicipi kelezatan makanan-makanan favoritmu itu. Sebelumnya kau harus tahu bahwa kucing alergi bawang, baik bawang merah, bawang putih, bawang bombai, baik mentah ataupun masak. Bawang mengandung materi kimia yang mampu merusak sel darah merah dan mengakibatkan kucingmu muntah-muntah dan anemia.

Benar, kucingmu punya naluri berburu. Tapi membiarkannya mencari kuliner sendiri mampu saja berbahaya

Iya sih, bergotong-royong kucing ialah binatang liar yang tinggalnya di alam bebas. Dan kamu, alasannya ialah sayang, memungutnya dan memeliharanya di dalam rumah. Benar juga, kalau kucing mempunyai naluri untuk berburu makanan. Karena itulah ia bahagia mengejar tikus, cicak, serangga, dan binatang apapun yang menarik hatinya.

Tapi kalau kau memang sayang kucingmu, jangan biarkan ia mencari makanannya sendiri. Tikus dan binatang liar di luar sana mampu berbahaya bila dikonsumsi oleh kucing. Bagaimana kalau tikus yang dimakan kucingmu mengidap penyakit berbahaya? Bagaimana kalau tikus itu sebelumnya sudah terjebak insan dan terkena racun tikus? Kucingmu mampu ikut keracunan parah yang mengakibatkan kematian.

Makanan kucing dan anjing nggak sama. Jangan tertukar antara keduanya ya.

Kalau kau memelihara kucing dan anjing sekaligus, sering nggak sih kucingmu ikut makan dikala kau memberi makan anjingmu? Atau kau memang memperlihatkan kuliner yang sama kepada kucing dan anjingmu dengan alasan penghematan biaya?

Mulai hari ini, stop ya. Kucing dan anjing mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda. Nutrisi yang diperlukan oleh kucingmu, contohnya taurin, nggak ada di kuliner anjing. Nutrisi yang salah ini juga akan berdampak jelek untuk kesehatan kucingmu.

Supaya kondusif dan kucingmu sehat, kau mampu memberinya biskuit kucing yang memang diciptakan khusus untuk kucing dan memenuhi kebutuhan nutrisinya secara maksimal. Seperti FRISKIES, yang mengandung mineral dan protein yang tinggi sehingga menjaga jaringan tubuh, kesehatan kulit dan bulu, serta menguatkan tulang kucingmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here