Apa itu Virus Panleukopenia?

Secara sederhana, banyak PetLovers yang menyingkat sebutan virus ini menjadi Panleu atau FPV (Feline panleukopenia virus). Virus Panleukopenia menyerang sangat bergairah (dan merusak akses pencernaan, sumsum tulang, dan kelenjar pertahanan tubuh). Ini berarti, virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh kucing.

Ketika sistem kekebalan tubuh menurun, secara otomatis kucing akan terlihat lemas. Kucing akan menolak kuliner bahkan untuk kuliner kucing kesukaannya sekalipun.

Tanda-tanda Kucing Terinfeksi Virus Panleukopenia

Sebagai informasi, virus Panleukopenia gampang menyerang kitten berusia dua sampai enam bulan. Di sisi lain, indukan yang sedang hamil dengan kekebalan tubuh yang menurun juga berpotensi terkena penyakit kucing ini.

Akan lebih berbahaya lagi jikalau kucing tersebut belum pernah divaksin. Jika sudah terkena Panleukopenia, tanda-tanda yang bisa dilihat ialah sebagai berikut:

Hilangnya nafsu makan
Ini tanda-tanda yang sangat gampang PetLovers lihat. Dalam beberapa hari, kucing kehilangan nafsu makan. Dalam beberapa kondisi, bahkan mereka pun menolak dikala diberikan kuliner kucing yang basah, padahal biasanya wet food biasanya disukai kucing ketika nafsu makannya bermasalah.

Muntah-muntah
Ada beberapa perbedaan dikala kucing muntah lantaran Panleukopenia atau muntah lantaran penyakit lainnya. Khusus untuk Panleukopenia, kucing bisa muntah beberapa kali, bahkan puluhan kali dalam sehari.

Depresi
Bagaimana mengetahui kucing mulai depresi? PetLovers bisa melihat kebiasaannya. Jika kucing tidak mau keluar dan menentukan untuk terus sembunyi di bawah meja atau sudut-sudut ruangan, berarti ada kemungkinan kesehatannya bermasalah. Demam

Kucing yang terinfeksi virus ini terperinci akan mengalami demam. Cek suhu tubuhnya untuk memastikan apakah terjadi demam.

Diare jago sanggup pula disertai darah
Virus ini sangat merusak akses pencernaan yang mengakibatkan kucing yang terinfeksi akan diare. Akibat kerusakan yang disebabkan oleh virus ini, diare yang terjadi sanggup disertai dengan pendarahan, dan kucing sanggup mengalami kekurangan darah akhir diare berdarah.

Gejala lain yang terjadi pada kucing ialah rambut yang terasa kasar, penurunan berat badan, dehidrasi, dan lesu.

Sekali lagi, virus ini menyerang sangat agresif. Gejala-gejala di atas harus PetLovers ketahui biar bisa eksklusif melaksanakan penanganan pada kucing kesayangan.

BACA JUGA:  Pertama Kali Piara Kucing, 5 Cara Memberi Makan Kucing yang Perlu Anda Tahu

pa Penyebabnya?
Proses penularan penyakit kucing ini bisa lewat darah, kotoran, urin sampai cairan tubuh lainnya mirip cairan muntah dan air liur dari kucing yang terinfeksi. Selain dari hewan, juga virus ini juga bisa menular ketika PetLovers tidak terbiasa mencuci tangan, tidak berganti pakaian sehabis memegang kucing yang sudah kasatmata terinveksi virus Panleukopenia.

Virus ini bisa bertahan cukup lama, bahkan bisa sampai satu tahun. Bisa jadi kucing PetLovers yang ada di rumah tidak terkena virus ini. Tapi, apakah lingkungan bersahabat rumah PetLovers sudah steril dari Panleukopenia? Virus masih bisa bertahan di permukaan. Cek apakah sebelumnya ada kucing yang meninggal secara mendadak dan dikubur di sekitar rumah PetLovers? Jika iya, sebaiknya jaga kucing PetLovers sebaik mungkin, buat daya tahan tubuhnya terus terjaga.

Cara Menyembuhkan Virus Kucing Panleukopenia
Meski angka kematiannya sampai 90%, bukan berarti kucing PetLovers tidak bisa survive dari penyakit ini.

Lalu bagaimana perawatan kucing dan penyembuhannya selama terkena penyakit ini?

Bawa ke Dokter
Saat kucing benar-benar menolak kuliner dan terus-terusan muntah, berarti beliau kekurangan cairan tubuh. Segera bawa ke dokter biar sanggup penanganan secara medis. Biasanya, dokter akan menawarkan infus. Penanganan pertama yang paling diharapkan memang mengembalikan cairan tubuh dan keseimbangan elektrolit.

Letakkan di Ruangan Khusus
Untuk pencegah penularan terhadap kucing lainnya, sebaiknya kucing yang terkena virus Panleukopenia diisolasi di ruangan khusus.

Berikan Kasih Sayang
Tidak hanya menyerang fisik, tapi selama terjangkit virus Panleukopenia, mental kucing juga berubah. Dia butuh kasih sayang, support dari ownernya untuk membuatnya sembuh.

Berikan Makanan Khusus
PetLovers bisa konsultasi dengan dokter binatang terdekat, tanyakan bagaimana menawarkan kuliner yang bisa membantu persoalan diarenya cepat berhenti. Makanan khusus ini ditujukan biar pup kucing tidak mencret terus.

Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan
Setelah membaca cara menyembuhkan virus kucing, berarti sekarang saatnya PetLovers mencari tau bagaimana menjaga kucing biar tidak terkena penyakit kucing ini. Selain menjaga kebersihan lingkungan, melakuakan vaksinasi pada kucing kesayanganmu, dan pastikan kuliner hariannya yang memenuhi nutrisi, dan bisa mendukung system kekebalan tubuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here