Makanan Kucing dan 4 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan semoga kucing-kucing kesayanganmu mampu makan dengan kondusif dan nyaman, yakni kawasan makan, jenis makanan, waktu makan, dan porsi makan.

Tempat makan

Do:

Pilih kawasan makan dari materi keramik atau stainless steel sebab lebih gampang dibersihkan dan cenderung tidak meninggalkan bau, sehingga lebih higienis.

Pilih mangkuk dengan kedalaman yang pas.

Sediakan kawasan makan sejumlah kucing yang ada.

Cuci bersih kawasan makan dan minum kucingmu memakai sabun setiap hari dan pastikan kering dengan tepat semoga tidak meninggalkan bau.

Posisi kawasan makan dan minum harus berdekatan dan gampang diakses.

Jika kau punya banyak kucing dan beberapa di antaranya tidak terlalu akur, ada baiknya memisahkan kawasan makan mereka.

Don’t:

Memilih kawasan makan berbahan plastik sebab rentan menjadi sarang basil dan berbau.

Wadah yang terlalu dalam akan menyulitkan kucingmu. Jika kau menunjukkan masakan kucing yang basah, sebagian kecil masakan akan melekat di kepingan dagu dan leher, yang kalau tidak lekas dibersihkan mampu mengakibatkan jamur.

Membiarkan kucing berebut masakan sebab kawasan makan yang tersedia jumlahnya tidak memadai.

Membiarkan kawasan makan dan minum kotor oleh sisa masakan dalam waktu lama.

Menaruh kawasan makan dan minum bersahabat dengan litter box.

Jangan memindahkan kawasan makan dan minum secara mendadak. Sebaiknya, tambah lokasi gres sebelum benar-benar “menghilangkan” area makan dan minum sebelumnya.

Jenis makanan

Do:

Pilih masakan sesuai dengan usia dan kondisi kucing.

Kucing yaitu karnivora sejati, untuk itu pilih masakan kucing yang kandungan dagingnya tinggi.

Variasikan jenis masakan (kering dan basah) semoga asupan nutrisi terpenuhi.

Mengganti merek masakan kucing diperbolehkan, asalkan dilakukan secara bertahap. Misalnya, taruh dua merek masakan dalam dua mangkuk berbeda dan biarkan kucing-kucingmu memilih sendiri pilihannya.

Cat treat kondusif diberikan sebagai masakan ringan dan dalam jumlah wajar.

Don’t:

Memilih masakan kucing yang tidak sesuai dengan usia dan kondisi kucing mampu mengakibatkan malnutrisi dan mengganggu kesehatannya.

Kucing tidak mirip insan yang mampu mencerna karbohidrat. Untuk itu, jangan menunjukkan nasi dan hindari masakan kucing dengan kandungan karbohidrat tinggi.

Hindari memberi masakan berair saja sebab mampu mengganggu kesehatan verbal dan gigi.

Pemberian cat treat yang terlalu sering sehingga mengganggu ritual makan utama.

BACA JUGA:  Cara Mengobati Kucing Sakit Mata Tanpa ke Dokter (MUDAH & CEPAT)

Jangan menunjukkan masakan manusia, terutama dari piringmu eksklusif ketika kau sedang makan. Selain tidak sehat, mereka akan terbiasa mengganggumu ketika makan sebab menganggap waktu makanmu yaitu waktu makan mereka juga.

Waktu makan

Do:

Usahakan memberi makan secara rutin di waktu yang sama setiap harinya. Waktu makan yang rutin mampu melatih kedisiplinan kucing-kucing kesayanganmu.

Anak kucing yang berusia 4 ahad ke atas idealnya makan empat kali sehari, sementara kucing sampaumur dua hingga tiga kali sehari.

Sesuaikan waktu makan dengan waktu tidur kucing-kucingmu. Biasanya, kucing akan tidur beberapa kali dalam sehari, selama beberapa jam.

Kamu boleh menyiapkan masakan kering ketika mereka masih tidur, sehingga begitu terbangun dan lapar, mereka mampu eksklusif makan.

Don’t:

Gonta-ganti waktu makan tidak baik sebab mampu mengakibatkan kebingungan. Bukan mustahil kucing-kucingmu akan merengek minta makan di waktu-waktu yang tidak tepat, contohnya tengah malam.

Jangan membangunkan kucing yang sedang tidur untuk makan, kecuali kalau kau tidak sengaja melewatkan waktu makan sebelumnya.

Jangan pula menaruh masakan kucing jenis berair di mangkuknya, dengan cita-cita akan dimakan ketika mereka bangun. Makanan berair harus eksklusif dimakan dan dihentikan dibiarkan terbuka dalam waktu lama.

Porsi makan

Do:

Seekor kucing sampaumur dianjurkan mengonsumi 240 kalori per hari.

Cara termudah memilih seberapa banyak kau harus memberi makan kucingmu yaitu dengan melihat petunjuk yang ada di kemasan masakan kucing.

Cara lain memilih porsi makan yaitu dengan cara memantau berat tubuh dan kebiasaan kucing ketika makan. Apakah makanannya selalu dihabiskan? Jika ada sisa, kurangi porsi makan selanjutnya. Berapa berat badannya bulan ini? Jika peningkatannya pesat, kurangi porsi makannya dan ajak mereka untuk beraktivitas.

Jika pertumbuhan dan nafsu makan kucingmu tergolong normal (bukan tipe overeater), kau mampu menerapkan teknik free feeding, yaitu masakan selalu tersedia di mangkuknya dan mampu diakses kucingmu kapan saja.

Konsultasikan pada dokter hewan, terutama kalau kucingmu mempunyai kondisi-kondisi khusus, contohnya alergi, gangguan kesehatan, obesitas, ataupun malnutrisi.

Don’t:

Jangan memberi makan secara berlebihan. Obesitas merupakan problem serius dan berbahaya bagi kucing sebab mampu mengakibatkan diabetes atau penyakit jantung yang berujung pada kematian.

Jika berat tubuh kucingmu di atas normal atau nafsu makannya tergolong tinggi, free feeding bukan pilihan tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here